(ABNA24.com) Khalil Al Hayya kepada stasiun televisi Al Mayadeen menuturkan, Hamas bangga bisa menjalin hubungan dengan Qatar, Mesir, Iran, Turki dan seluruh pendukung Palestina.
Ia menambahkan, hubungan kami dengan Israel adalah konfrontasi dalam membela bangsa, dan statemen tentang gencatan jangka panjang hanya ilusi dan spekulasi. Kubu perlawanan, terutama Hamas tidak bisa mempercayai janji-janji Israel, yang terpenting bagi Hamas adalah dirampungkannya kontrak nyata dan serius untuk pertukaran tahanan.
Hari Jumat (29/11) beberapa media Palestina mengabarkan dimulainya kontak tidak langsung antara Hamas dengan Israel di Jalur Gaza terkait sejumlah masalah termasuk gencatan senjata dan pertukaran tahanan.
..........
340